Hukum tajwid surat Al 'Alaq ayat 1-19 lengkap dengan tafsirnya

Assalamu'alaikum, pada artikel ini akan diuraikan analisa hukum tajwid surat Al-'Alaq ayat 1-19.

Tajwidaily | Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke- 96 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira. Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra' atau Al Qalam.

Perintah membaca lingkungan alam semesta untuk menemukan siapa sebenarnya Tuhan; tersurat dalam Surat Al Alaq: manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan;Janganlah manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Tajwid surat Al 'Alaq ayat 1-19.webp
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 1-19

Isi kandungan surat Al 'Alaq

Surat Al 'alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup. (wikipedia)

Pembahasan ini dipublikasikan bertujuan untuk membantu umat Islam mempermudah dalam memahami hukum tajwid secara benar. Adapun prakteknya, setiap muslim dianjurkan untuk tetap belajar kepada seorang guru secara langsung.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dianjurkan selalu istiqomah membaca Al-Quran karena ini adalah ibadah yang berpahala

Sebelum mempelajari hukum tajwid surat Al-'Alaq ayat 1-11 mari kita baca teks arab, latin serta terjemahannya dibawah ini.

Bacaan dan arti surat Al 'Alaq ayat 1-19

اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ

iqro bismi robbikallazii kholaq

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 1).

خَلَقَ الْاِ نْسَا نَ مِنْ عَلَقٍ

kholaqol-ingsaana min 'alaq

"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 2).

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ

iqro wa robbukal-akrom

"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 3).

الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ

allazii 'allama bil-qolam

"Yang mengajar (manusia) dengan pena." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 4).

عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

'allamal-ingsaana maa lam ya'lam

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 5).

كَلَّاۤ اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَيَطْغٰۤى

kallaaa innal-ingsaana layathghooo

"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 6).

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى

ar ro-aahustaghnaa

"apabila melihat dirinya serba cukup." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 7).

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰى

inna ilaa robbikar-ruj'aa

"Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu)." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 8).

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰى

a ro-aitallazii yan-haa

"Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 9).

عَبْدًا اِذَا صَلّٰى

'abdan izaa shollaa

"seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 10).

اَرَءَيْتَ اِنْ كَا نَ عَلَى الْهُدٰۤى

a ro-aita ing kaana 'alal-hudaaa

"bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang sholat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk)," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 11).

اَوْ اَمَرَ بِا لتَّقْوٰى

au amaro bit-taqwaa

"atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?" (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 12).

اَرَءَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

a ro-aita ing kazzaba wa tawallaa

"Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?" (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 13).

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى

a lam ya'lam bi-annalloha yaroo

"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?" (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 14).

كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ

kallaa la-il lam yangtahi lanasfa'am bin-naashiyah

"Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka)," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 15).

نَا صِيَةٍ كَا ذِبَةٍ خَا طِئَةٍ

naashiyating kaazibatin khoothi-ah

"(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 16).

فَلْيَدْعُ نَا دِيَهٗ

falyad'u naadiyah

"Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 17).

سَنَدْعُ الزَّبَا نِيَةَ

sanad'uz-zabaaniyah

"Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa)," (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 18).

كَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ وَا سْجُدْ وَا قْتَرِبْ

kallaa, laa tuthi'hu wasjud waqtarib

"sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah)." (QS. Al-'Alaq 96: Ayat 19).

Tajwid surat Al 'Alaq ayat 1-2
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 1-2

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 1

Qolqolah sughra surat Al 'Alaq

اِقْرَأْ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Qaf sukun asli.
  2. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.

بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  2. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf ya mati setelah kasrah.

Qolqolah kubra suat Al 'Alaq

خَلَقَ

Tajwid pada kata diatas adalah Qolqolah kubra (bila waqaf), sebab huruf qolqolah yaitu Qaf sukun karena bacaannya diwaqafkan (berhenti). Bila disambung tidak terjadi hukum qolqolah.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 2

Alif lam qomariyah

خَلَقَ الْاِ نْسَا نَ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah, cirinya ada tanda sukun.
  2. Ikhfa Ausath (pertengahan), sebab Nun sukun menghadapi huruf Sin. Cara membacanya adalah bacaan ikhfa dan ghunnahnya sama atau sedang.
  3. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.

Idzhar halqi surat Al 'Alaq

مِنْ عَلَقٍ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Idzhar halqi, sebab nun mati menghadapi huruf 'Ain.
  2. Qolqolah kubra (bila waqaf), sebab huruf qolqolah yaitu Qaf sukun karena bacaannya diwaqafkan (berhenti).
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 3-5
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 3-5

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 3

Huruf Ra dibaca tafkhim

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Qaf sukun asli.
  2. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  3. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 4

الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf ya mati setelah kasrah.
  2. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Qaf, cirinya ada tanda sukun.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 5

Ikhfa ausath

عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah.
  2. Ikhfa Ausath (pertengahan), sebab Nun sukun menghadapi huruf Sin.
  3. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.

Idzhar syafawi

مَا لَمْ يَعْلَمْ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.
  2. Idzhar syafawi, sebab Mim sukun menghadapi huruf Ya. Cara membaca idzhar syafawi yaitu huruf mim sukun dibaca dengan jelas (tidak dengung).
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 6-8
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 6-8

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 6

Mad jaiz munfashil

كَلَّاۤ اِنَّ الْاِ نْسَا نَ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli (mad thabi'i), yaitu huruf Alif mati setelah fathah menghadapi huruf hamzah pada lain kata. Panjangnya antara 2-5 harakat.
  2. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Cara membacanya huruf nun dibaca dengan dengung ditahan antara 2-3 harakat.
  3. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah.
  4. Ikhfa Ausath (pertengahan), sebab Nun sukun menghadapi huruf Sin.
  5. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.
لَيَطْغٰۤى

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Tha sukun asli.
  2. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Ghoin.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 7

Mad badal

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Idgham bila ghunnah (tidak dengung), sebab nun mati menghadapi huruf Ra.
  2. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  3. Mad badal, sebab berkumpulnya Hamzah dengan huruf mad dalam satu kata (Alif fathah berdiri), panjangnya yaitu 1 alif.
  4. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Nun.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 8

Ghunnah

اِنَّ اِلٰى

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid.
  2. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Lam.

Alif lam syamsiyah surat Al 'Alaq

 رَبِّكَ الرُّجْعٰى

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah dan dlommah.
  2. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Ra, cirinya ada tanda tasydid. Cara membaca alif lam syamsiyah yaitu  dengan mengidghamkan (memasukkan) huruf lam kedalam huruf yang ada didepannya, jadi bunyi huruf lam-nya tidak tampak.
  3. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Jim sukun asli.
  4. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf 'Ain.
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 9-11
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 9-11

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 9

Huruf lin

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  2. Huruf lin (haraf lin), sebab huruf Ya mati setelah fathah.
  3. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf ya mati setelah kasrah.

Idzhar halqi

يَنْهٰى

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Idzhar halqi, sebab nun mati menghadapi huruf HA.
  2. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf HA.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 10

عَبْدًا اِذَا صَلّٰى

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Ba sukun asli.
  2. Idzhar halqi, sebab tanwin fathah menghadapi huruf Hamzah
  3. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah, dan fathah berdiri diatas huruf Lam.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 11

اَرَءَيْتَ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  2. Huruf lin (haraf lin), sebab huruf Ya mati setelah fathah.

Ikhfa ab'ad surat Al 'Alaq

اِنْ كَا نَ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Ikhfa Ab'ad (paling jauh), sebab nun mati menghadapi huruf Kaf. Cara membaca Ikhfa Ab'ad yaitu huruf nun mati atau tanwin apabila menghadapi huruf Kaf atau Qaf, menghasilkan bunyi "NG". Pada waktu mengucapkan Ikhfa Ab'ad, bacaan Ikhfa'nya lebih lama dari Ghunnahnya.
  2. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.
عَلَى الْهُدٰۤى

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf HA, cirinya ada tanda sukun.
  2. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Dal.
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 12-14
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 12-14

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 12

اَوْ اَمَرَ بِا لتَّقْوٰى

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Huruf lin (haraf lin), sebab huruf Wawu mati setelah fathah.
  2. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  3. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Ta, cirinya ada tanda tasydid.
  4. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Qaf sukun asli.
  5. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Wawu.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 13

اَرَءَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
  2. Huruf lin (haraf lin), sebab huruf Ya mati setelah fathah.
  3. Ikhfa Ab'ad (paling jauh), sebab nun mati menghadapi huruf Kaf.
  4. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Lam.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 14

Ikhfa syafawi

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Idzhar syafawi, sebab Mim sukun menghadapi huruf Ya.
  2. Ikhfa syafawi, sebab Mim mati bertemu huruf Ba. Lalu bacaannya didengungkan.
  3. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid.
  4. Tafkhim (tebal), sebab Lam Jalalah didahului oleh fathah lalu dibaca dengan panjang 1 alif.
  5. Mad ashli (mad thabi'i), sebab fathah berdiri diatas huruf Ra.
  6. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 15-16
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 15-16

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 15

Idgham bila ghunnah

كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ 

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.
  2. Idgham bila ghunnah (tidak dengung), sebab nun mati menghadapi huruf Lam.
  3. Idzhar syafawi, sebab Mim sukun menghadapi huruf Ya.
  4. Ikhfa Aqrab (dekat), sebab nun mati menghadapi huruf Ta, cara membaca ikhfa aqrab adalah suara Nun mati atau tanwin mendekati bunyi "N". Kemudian suara ditahan dua ketukan agar tidak tertukar dengan Idzhar.

Iqlab surat Al 'Alaq

لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Iqlab, sebab tanwin fathah menghadapi huruf Ba. Tandanya ada mim kecil, cara membaca Iqlab yaitu bunyi nun mati atau tanwin diganti menjadi mim lalu bacaannya didengungkan.
  2. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Nun, cirinya ada tanda tasydid.
  3. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid.
  4. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 16

Ikhfa ab'ad surat Al 'Alaq

نَا صِيَةٍ كَا ذِبَةٍ خَا طِئَةٍ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.
  2. Ikhfa Ab'ad (paling jauh), sebab Tanwin Kasrah menghadapi huruf Kaf.
  3. Idzhar halqi, sebab tanwin kasrah menghadapi huruf Kha.
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 17-19
Tajwid surat Al 'Alaq ayat 17-19

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 17

فَلْيَدْعُ نَا دِيَهٗ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Dal sukun asli.
  2. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 18

سَنَدْعُ الزَّبَا نِيَةَ

Tajwid pada kalimat diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Dal sukun asli.
  2. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Za, cirinya ada tanda tasydid.
  3. Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah.

Tajwid surat Al-'Alaq ayat 19

Mad thabi'i surat Al 'Alaq

كَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ

Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah. Panjangnya adalah 1 alif (dua harakat).

وَا سْجُدْ وَا قْتَرِبْ

Tajwid pada kata diatas adalah:

  1. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Dal dan Qaf sukun asli.
  2. Qolqolah kubra, sebab huruf qolqolah yaitu Ba sukun berada di akhir ayat.

Tafsir surat Al 'Alaq ayat 1-19

Tafsir Lengkap Kemenag

1.  (1) Allah memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya.) apa saja yang telah Ia ciptakan, baik ayat-ayat-Nya yang tersurat (qauliyah), yaitu Al-Qur'an, dan ayat-ayat-Nya yang tersirat, maksudnya alam semesta (kauniyah). Membaca itu harus dengan nama-Nya, artinya karena Dia dan mengharapkan pertolongan-Nya. Dengan demikian, tujuan membaca dan mendalami ayat-ayat Allah itu adalah diperolehnya hasil yang diridai-Nya, yaitu ilmu atau sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.

2.  (2) Allah menyebutkan bahwa di antara yang telah Ia ciptakan adalah manusia, yang menunjukkan mulianya manusia itu dalam pandangan-Nya. Allah menciptakan manusia itu dari ‘'alaqah (zigot), yakni telur yang sudah terbuahi sperma, yang sudah menempel di rahim ibu. Karena sudah menempel itu, maka zigot dapat berkembang menjadi manusia. Dengan demikian, asal usul manusia itu adalah sesuatu yang tidak ada artinya, tetapi kemudian ia menjadi manusia yang perkasa.

3.  (3) Allah meminta manusia membaca lagi, yang mengandung arti bahwa membaca yang akan membuahkan ilmu dan iman itu perlu dilakukan berkali-kali, minimal dua kali. Bila Al-Qur'an atau alam ini dibaca dan diselidiki berkali-kali, maka manusia akan menemukan bahwa Allah itu pemurah, yaitu bahwa Ia akan mencurahkan pengetahuan-Nya kepadanya dan akan memperkokoh imannya.

4.  (4-5) Di antara bentuk kepemurahan Allah adalah Ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, maka ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya, artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis.

7.  (6-7) Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.

8.  (8) Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa mereka yang durhaka itu akan kembali kepada-Nya. Mereka pasti mati dan akan berhadapan dengan-Nya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bila mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, berarti mereka nanti akan tahu, bahwa mereka akan diazab dan menyesal. 

9.  (9-10) Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abµ Jahal.

11.  (11-12) Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan, seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman, dan mengajak orang kepada ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan itu pasti lebih baik, karena pasti menguntungkan dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berperilaku seperti itu adalah Nabi Muhammad sendiri. Itu adalah dua perilaku yang bertolak belakang dan bertentangan seperti siang dan malam: yang pertama jahat dan membawa kepada kejahatan, dan yang kedua baik dan membawa kepada kebaikan.

14.  (13-14) Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan orang yang melarang orang beribadah itu, yaitu Abµ Jahal sebagai contoh, apakah jika ia memandang Allah dan ajaran-ajaran-Nya dusta, lalu berpaling, dan tidak mau menggubrisnya. Ia tidak tahu bahwa Allah melihat perbuatannya itu. Tidak demikian halnya, Allah mengetahui setiap perbuatan dosanya itu dan akan memberikan balasannya.

15.  (15-16) Allah mencela orang yang melarang orang beribadah di dalam masjid, dengan contohnya Abµ Lahab. Allah mengancam bahwa bila mereka tidak menghentikan perbuatannya, Allah akan mencabut ubun-ubunnya, yaitu menarik nyawanya sehingga mati seketika. Hukuman itu dijatuhkan padanya karena ubun-ubun itu adalah denyut kehidupannya, sedangkan denyut kehidupannya itu selalu penuh kebohongan dan dosa.

18.  (17-18) Allah mempersilakan mereka yang sewenang-wenang dan melarang orang melakukan ibadah itu untuk meminta bantuan kelompok mereka. Ayat ini khususnya ditujukan kepada Abµ Jahal, yang dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Nabi saw di Mekah. Allah mengancam bahwa bila Abµ Jahal memanggil teman-teman komplotannya untuk meminta tolong, maka Allah akan memanggil malaikat-malaikat Zab±niyah, yaitu para penjaga neraka yang sangat bengis. Artinya, ia di dunia akan celaka dan di akhirat akan masuk neraka. Ancaman itu kemudian terbukti, yaitu pada tahun kedua setelah umat Islam hijrah ke Medinah, terjadi Perang Badar, di mana Abµ Jahal sebagai pemimpin Quraisy mati terbunuh. Dan di akhirat nanti ia pasti masuk neraka.

19.  (19) Allah meminta Nabi saw atau siapa saja yang ingin beribadah agar tidak takut dan tidak mematuhi ancaman orang yang melarang mereka beribadah. Mereka diminta untuk tetap melaksanakan ibadah dengan tekun, terutama salat, dan menggunakan masjid untuk melaksanakannya. 

Demikianlah analisa hukum tajwid surat Al-'Alaq ayat 1-11 beserta tafsirnya, silahkan share semoga bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua, aamiin.